APA YANG ENGKAU MILIKI APA YANG ENGKAU NIKMATI APA YANG ENGKAU SAYANGI KELEBIHANMU ,KELEMBUTANMU , MASA DEPANMU ,KATA HATIMU IRINGI DENGAN IMAN HANYA ITU YANG DAPAT MELURUSKAN KEPRIBADIANMU BERSYUKURLAH KARUNIA TUHANMU JANGAN KAU NODAI DENGAN HAWA NAFSU KARENA ITU HANYA BAYANG SEMU YANG TIADA BERAHKIR DALAM HIDUPMU dengan rasa sakit yang kita nikmati dengan rasa bahagia yang kita khidmati dengan menerima segala selapang sunyi Tuhan, aku bersyukur karena aku dilahirkan, aku bersyukur karena aku dibesarkan oleh kedua orangtuaku, aku bersyukur karena orangtuaku mau peduli kepadaku, aku bersyukur karena aku bisa melihat dunia, aku bersyukur karena aku bisa merasakan indah dunia dari kedua mataku, aku bersyukur karena hanya melalui Engkau aku bisa seperti saat ini, aku bersyukur karena aku selalu mendapatkan berkat baru setiap hari, aku bersyukur untuk mujizat yang Engkau berikan kepadaku setiap saat, aku bersyukur untuk penyertaan-Mu setiap saat kepadaku, aku bersyukur untuk setiap ...
Wahai manusia, belajarlah kalian, sesungguhnya ilmu itu tidak lain diperoleh dengan belajar, pemahaman itu dengan pendalaman. Siapa saja yang Allah kehendaki kebaikannya, Dia akan memahamkannya dalam masalah agama. (HR.Ibn Abi Ashim dan ath-Thabrani). Berbenah diri mencari sebuah arti dari kegelisahan dalam hati…!!ketika “si bodoh” mencoba mebagi sedikit yang diketahuinya, semoga “si pandai” mampu mencernanya dengan bijak….!!! Proses yang tak pernah berhenti dilalui baik di sadari maupun tidak, setiap diri sedang “bejalar” di sekolah kehidupan. Anda yang beruntung akan dapat menyadarinya dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Dan ketika kita memahami setiap pelajaran yang didapat maka akan lahirlah peribadi-peribadi yang pandai bersyukur. Setiap tangis dari sebuah duka Terkandung makna untuk dapat bahagia Waktu datangnya kesenangan Terlihatlah arti sebuah ujian Jangan biarkan kau tak dapat membaca karena dengan membaca kau mampu memahami bacalah s...
“Cintailah Allah karena nikmat yang dianugerahkan kepada kalian, cintailah aku karena cinta kalian kepada-Nya”. (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim) Alkisah pemuda pemuda sufi jatuh cinta pada seorang gadis. Cintanya pun berbalas. Namun malang, gadis itu dijodohkan orang tuanya dengan laki-laki lain. Karena dorongan cinta, gadis itu mencari siasat,”Aku datang padamu, atau kuatur cara supaya kamu bisa menyelinap ke rumahku”, begitu penjelasannya. “Tidak! Aku menolak kedua pilhan itu. Aku takut pada neraka yang nyalanya tak pernah padam!” itu jawaban sang pemuda sekaligus membuat sang gadis terhenyak. Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan cinta. “Jadi dia masih takut pada Allah?”, gumam sang gadis. Seketika ia tersadar, dan tiba-tiba dunia terasa kerdil di hadapannya. Ia pun bertaubat dan kemudian mewakafkan diri untuk beribadah. Tapi cintanya pada sang pemuda tidak mati. Cintanya berubah menjadi rindu yang berkelana dalam jiwa dan do’a-do’anya. Tubuhnya luluh latak...
Komentar
Posting Komentar